Kemarin katanya ketemu sama papanya anak-anak?
Iya, lebaran aja (Idul Adha).
Katanya mau bahas soal rujuk?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin pas ketemu papanya, anak bagaimana?
Ya, lebaran haji kita ketemu, nggak ada ngebahas apa-apa. Ngelihat anak aja, maen. Ngobrol sebagai teman, sebagai sahabat aja.
Kehilangan sosok pendamping nggak?
Iya, sudah pasti ya, yang biasanya sama suami. Cuma bagaimana kita sebisa mungkin meng-handle segala masalah yang ada. Namanya hati kita itu seperti angin ya, di saat kuat kita kuat, di saat lemah kita bisa bersedih. Mungkin banyak-banyak berdoa kali biar diberi kekuatan.
Waktu sedih dan kesepian apa yang dilakukan?
Ya berdoa dong, memberi perhatian sama anak-anak.
Mungkin ada niat buat cari pendamping baru?
Nggak ada niat, lagian belum memikirkan itu saya. Ke depannya saya serahkan pada Yang Maha Kuasa. Kalau kita ditakdirkan rujuk, ya Alhamdulillah. Tapi kalau memang nggak ditakdirkan bersama ya mau bagaimana?
Apa sudah ikhlas?
Ya harus.
Tanggapan Alex sejauh ini bagaimana?
Kan kemarin lihat sendiri, dia nggak mau ngomong apa-apa. Karena belum ada (pembicaraan yang jelas). Yang penting kita baik. Itu yang paling penting buat saya.
Kenapa?
Karena yang penting buat saya saat ini adalah anak. Dengan kejadian ini yang jadi korban adalah anak. Jadi sebisa mungkin saya ingin membahagiakan anak saya dan kebahagiaan anak itu akan menyatukan ibu dan ayahnya.
(ich/yla)











































