Puteri Indonesia 2005 itu ternyata sangat terkesan dan mengangumi senyum sang presiden. Selama menyimak pidato, ia begitu menanti-nantikan lemparan senyum Obama yang menurutnya kharismatik.
"Senyumannya berkarisma banget, damai gitu yah. Dengan senyuman dan lambaian tangan, dan ucapan selamat pagi benar-benar membuat aura dari ruangan itu kagum dan langsung terasa dekat," papar Nadine saat berbincang dengan detikhot, Kamis (11/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku suka dengan ketegasannya dan to the point, terus humble. Benar-benar dia menatap itu secara menyeluruh dengan audience, jadi merasa kita dekat. Jadi benar-benar ikut tersihir. Benar-benar semua audience tersihir," papar Nadine.
Nadine menyimak pidato Obama begitu dalam maknanya untuk Indonesia. Misalnya, saat Obama berbicara tentang Bhinneka Tunggal Ika.
"Dia bilang, Indonesia bagian dari diri saya, yah memang terlihat. Dia tahu apa yang ingin dia ucapkan, berupa sentilan. Jangan lupakan Bhinneka Tunggal Ika, jangan sampai Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau yang jaraknya jauh menyebabkan perbedaan antara kita. Jangan sampai karena perbedaan lantas tidak ada kerukunan dan hanya kerusuhan yang terjadi," paparnya.
Nadine berharap Obama akan kembali mengunjungi Indonesia pada 2011 mendatang. Setidaknya, lanjut Nadine, Obama datang sebagai motivator untuk Indonesia.
"Tahun ini dia datang sebagai presiden. Mudah-mudahan tahun depan datang lagi, meskipun mungkin tidak jadi presiden, dia bisa jadi motivator untuk Indonesia," harapnya. (ebi/mmu)











































