Kepada detikhot, Minggu (7/11/2010) dini hari, Dewi bercerita soal perasaan tersebut. Berikut curhatan pemilik goyang gergaji itu:
Begini, aku memang tidak pintar. Tapi aku mengerti karena pengalamanku main film. Aku bukan sekali, dua kali main film. Selain aku mengutamakan kedisplinan, aku orangnya komitmen. Sebanyak 9 film aku kerjasama dengan maxima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
masyarakat bagaimana. Semua itu jelas, Pak Shanker bilang, aku sebagai peran utama.
Terus ternyata hari 2 hari sebelum syuting, kita meeting dengan manajemen RCM (Republik Cinta Management). Karena mereka sudah kasih schedule tiba-tiba, dan aku dikasih script-nya. Kemudian aku baca, nah ternyata nggak sesuai dengan apa yang diomongkan Pak Shanker yang dikomitmenkan terhadapku.
Aku di sini peran kedua. Padahal perjanjian kita, aku sebagai peran utama. Tapi salahnya aku, aku tidak baca draft kontraknya sih.
Karena ada Mas Dhani dan Pak Iwan (asisten Dhani). Yang ditugaskan yaitu Pak Iwan yang negoisasi. Aku nggak baca karena mempercayakan pada manajemen. Kalau aku baca di situ kebetulan ada Mas Dhani, Iwan, dan Shanker.
Langsung aku melaporkan kepada Mas Dhani tetang script yang tiba-tiba direvisi. Kata pihak Shanker, aku dijadikan peran yang baik, sedangkan Jupe-nya yang jelek. Itu jawaban Shanker ke Mas Dhani.
Tapi Pak Shanker berkelit, sehingga membuat marah (Dewi) karena tidak komitmen.
Aku memang sakit tipes, dan juga sakit hatinya waktu itu. Kalau sakit fisik, minum obat cepat sehat. Tapi kalau sakit hati karen merasa dibohongi bagaimana?
Mereka boleh main akal-akalan dengan bohongi Mas Dhani atau RCM. Tapi tidak dengan aku Dewi Persik. Makanya aku sangat marah atas perilaku dan perbuatan yang mereka lakukan ke aku. Sehingga aku nggak mau syuting.
Namun Dewi akhirnya memutuskan untuk syuting film horor tersebut. Selain kesal dengan produser ternyata Dewi juga tidak akur harus berakting bareng Julia Perez.
"Walaupun berat, aku hanya mikir orangtuaku dan masa depanku. Karena kalau aku mau make-up, otomatis aku lihat kaca. Ada luka di pipiku, amarah aku pun pasti timbul. Tapi aku banyak istigfar, nggak mau kalap," kata Dewi. (ebi/yla)











































