"Selama sidang Andi tidak pernah mengakui kalau ia yang melempar gelas ke Sri Sukaesih karena dia memang tidak melakukannya," kata manajer Andi, Tata Liem kepada detikhot, Senin (30/8/2010).
Kasus penganiayaan atas Sri Sukaesih terjadi di diskotik Second Floor Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, pada 22 November 2007. Saat itu Sukaesih datang ke diskotik, sekitar pukul 23.00 WIB. Ia lalu naik ke lantai dua untuk mencari suaminya, Krisnu Harto, yang tidak kunjung pulang ke rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber yang dekat dengan Andi Soraya menyatakan, si wanita yang bermesraan dengan Krisnu adalah teman akrab Andi, JSH. Andi datang ke diskotik itu atas undangan JSH yang merupakan ketua arisan ibu-ibu gaul. Sebenarnya Sri Sukaesih ingin membalas dendam pada JSH yang telah berselingkuh dengan suaminya. Andi sendiri tidak mengenal Sukaesih dan suaminya.
"Saat itu kan ramai banget. Siapa yang melempar gelas tidak tahu. Karena yang hadir di situ ada nama besar Andi Soraya akhirnya Andi yang jadi korban. Namanya disebut sebagai yang melemparkan gelas. Padahal Sri Sukaesih itu mau balas dendamnya ke JSH, tapi yang kena Andi Soraya," kata sumber itu.
Apesnya selama Andi diperiksa polisi dan disidang, JSH tidak pernah mau bersaksi. Pihak Andi sudah berkali-kali menghubungi JSH untuk bersaksi, tapi ia tidak pernah datang. Demikian pula dengan Krisnu.
Kuasa hukum Andi, Priyatna Abdurrasyid menyatakan masih mempelajari kasus kliennya. "Saya kan baru (diminta jadi kuasa hukum), jadi saya belum begitu memahami hal yang lalu," kata Priyatna.
(iy/iy)











































