Bantahan tersebut dilayangkan oleh ayah Aurelie sendiri, Jean-Marc Moeremans, dalam pesan elektronik yang dikirimnya kepada detikhot, Kamis (27/8/2010). Katanya justru Aurelie yang menginginkan dirinya menjadi seorang artis.
"Mengenai masalah eksploitasi, untuk memungkinkan putri kami untuk mencoba karir di Indonesia, saya mengizinkan istri dan anak-anak selama lebih dari dua tahun tinggal di Indonesia. Saya sudah menginvestasikan lebih dari 25 ribu euro (Rp 282 juta) untuk karier Aurelie, kami tidak berharap menjadi kaya dengan itu," tulis Jean.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aurelie itu memohon kami untuk membiarkan dia mencoba karir di Indonesia. Tapi saya dan istri saya tahu bahwa isu tentang eksploitasi (uang) tidak datang dari putri kami," tandas Jean.
Pada kesempatan berbeda, detikhot mengkonfirmasi soal kabar tersebut kepada Aurelie. Dara keturunan Sunda-Belgia mengaku tidak pernah dipaksa untuk syuting oleh orangtuanya. Malah kata Aurelie, dia senang dengan aktivitasnya sebagai bintang iklan dan sinetron.
"Nggak pernah, aku senang syuting. Senang sekali dengan aktivitas ini. Cuma memang jadwal pekerjaan aku yang mengatur itu mama," kata Aurelie saat dihubungi detikhot belum lama ini.
(ebi/iy)











































