Kecaman tersebut datang dari salah satu pengamat kontes kecantikan tersebut, Angie Meyer. "Ketika ketelanjangan dibawa ke dalam kontes, Miss Universe bukan lagi soal brains dan beauty. Tapi fokusnya pada tubuh," begitu kata Meyer yang kerap bekerjasama dengan organisasi Miss Universe, seperti dilansir Foxnews, Senin (16/8/2010).
Meyer pun khawatir nantinya kontes Miss Universe bisa diolok-olok menjadi kontes untuk masuk majalah Playboy. Ia beranggapan seharusnya panitia tidak meminta para finalis untuk berfoto topless.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, dengan adanya sejumlah finalis yang berfoto topless itu, panitia Miss Universe pun seolah membuat para kontestan terbagi dua. "Mereka membuat para finalis berada dalam posisi harus sangat-sangat berkompromi," tandas Meyer.
Sekadar informasi pada awal Miss Universe 2010 digelar, sejumlah finalis melakukan sesi pemotretan dengan kondisi topless alias tanpa memakai bra. Sebelum difoto, tubuh para finalis dilukis.
Mereka yang topless di antaranya Miss USA, Miss Japan dan Miss Trinidad & Tobago. Foto topless itu kemudian dipajang dalam situs Miss Universe sebagai bagian dari foto resmi para finalis.
(eny/eny)











































