Diceritakan Aria, pada tanggal 1 Juli yang lalu, ia mengecek saldo ATM Cholik. Saldo saat itu terlihat sebesar Rp 106 juta. Setelah itu ia pun mengembalikan kartu ATM tersebut kepada Cholik yang kemudian dipegang Ida. Saat kartu ATM dipegang Ida, tidak ada transparansi lebih lanjut soal uang sumbangan yang masuk ke rekening tersebut.
"Padahal uang itu untuk bayar utang-utang Pak Cholik. Sekarang orang nagih utang ke saya," jelas Aria saat dihubungi detikhot via telepon, Kamis (29/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa saya laporin ke polisi, karena dianggap saya yang menggelapkan dana. Akhirnya saya jelaskan ke semua, justru sekarang saya korban juga," beber Aria.
(ich/yla)











































