Hal tersebut dinyatakan Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers Agus Sudibyo saat ditemui di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (17/6/2010). Namun bukan berarti Agus membenarkan tindakan Ariel, Luna dan Cut Tari jika benar mereka merekam adegan seksnya di video.
"Bukan bermaksud membela mereka, tapi (media harus) berempati kepada keluarga mereka atas penghakiman publik. Terlepas dari benar atau tidaknya video itu milik mereka," jelas Agus saat bicara di acara 'Diskusi Kolonisasi Ruang Publik oleh Urusan Privat: Ketika Tayangan Video Cabul Membanjiri Ruang Media' di Gedung Dewan Pers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya media berempati atas keluarga dan anak dari artis dengan tidak mem-blow up secara terus menerus," jelas Agus.
(ebi/iy)











































