"Jangan serta merta merazia HP mereka karena akan menimbulkan permusuhan di antara anak dan orangtua. Hadapi dengan pendekatan yang lembut," kata pemerhati anak, Seto Mulyadi atau Kak Seto, saat dihubungi wartawan via ponselnya, Kamis (17/6/2010).
Menurut Kak Seto, orangtua tidak bisa tinggal diam melihat anaknya menerima informasi soal video porno tersebut. Namun yang terpenting adalah meningkatkan komunikasi dengan sang anak. "Termasuk tambah perhatian dari para ibu," jelas Kak Seto
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya sejak beredarnya video porno (sebelum kasus video mirip Ariel), lebih dari 60 persen anak SMP sudah melakukan hubungan badan," jelasnya.
Kak Seto mengimbau agar para guru dan orangtua untuk mengadakan dialog terbuka dengan anak-anak mereka. "Termasuk bentengi mereka anak-anak dengan pengetahuan (tentang video porno)," ujarnya. (ebi/iy)











































