"Bila benar, katakan benar. Bila tidak katakan tidak, masyarakat jangan diombang-ambingkan. Semuanya itu ada konsekuensi hukumnya. Tidak cukup mengatakan coba buktikan, coba buktikan," ujar Tifatul dalam keterangan pers yang diterima detikhot, Selasa (15/6/2010).
Tifatul memandang yang jadi korban itu sebenarnya adalah masyarakat, bukan pelakunya. Sebab para orangtua jadi gelisah lantaran kuatir anak-anak mereka ikut menyaksikan adegan-adegan mesum tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya imbau supaya mereka bersikap gentle. Videonya ada dan tersebar luas, tapi tidak ada yang mengaku bertanggung jawab," tegas Tifatul.
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku dan penyebar video mesum tersebut. Sebab adegan tersebut merupakan contoh tidak baik bagi generasi muda kita. Tifatul juga mengimbau masyarakat agar tidak bertindak anarkis dan menyerahkan kasus ini untuk ditangani pihak berwenang.
(rdf/nvc)











































