Hal tersebut kakak Ipar Meriam,Β Agung Saifullah saat ditemui di rumah Meriam di Villa Cinere Mas, Jalan Jupiter 1 No.1, Jakarta Selatan, Sabtu (5/6/2010). Ia merasa kecolongan dengan mengizinkan Meriam pergi berlibur dengan keadaan sakit.
"Kita juga nggak tahu kalau gula darahnya naik. Dia suka menutupi.Saat itu kelihatannya segar aja," kata Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu beliau bilang ada luka di siku tangan kiri. Katanya semacam bisul. Sebelum berangkat memang dia menjanjikan anaknya untuk tur ke Eropa. Karena dia merasa berdosa karena kalau luka aja nggak bisa temani anaknya," Jelas Agung.
Pihak keluarga sebenarnya sudah mempunyai firasat saat Meriam pergi ke Belanda. Namun firasat itu tidak dihiraukan.
"Satu keluarga itu udah ada felling nggak enak. Pas beliau berangkat aja ada salah satu keluarga yang menangis," papar Agus.
(ebi/ebi)











































