"Saya rasa itu disobek sendiri sama dia. Mungkin saja ketika Risma membela diri, menarik bajunya Gary, ya mungkin ditambahi lagi oleh Gary sobekannya," urai pengacara Risma, Untara saat ditemui di RS International Bintaro, Tangerang, Banten, Senin (10/5/2010).
Untara pun kemudian meminta agar media memakai logika dalam melihat perseteruan Risma dan Gary. Katanya, apa mungkin seorang perempuan seperti kliennya bisa menganiaya Gary yang berbadan tegap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditemui di tempat yang sama, Risma baru saja melakoni visum atas pemukulan yang menurutnya dilakukan Gary. Bukti visum itu akan dibeberkannya apabila diminta oleh pihak kepolisian.
Mengenai aksi Gary yang melaporkannya ke polisi, Risma mengaku tidak takut. Hanya saja, dia tampak sedih.
"Kalau Gary mau menjarain gue, silakan," katanya dengan air mata membasahi pipinya.
Masih dengan menangis, Risma menambahkan, ia sebenarnya hanya ingin Gary datang ke sidang pengakuan anaknya. Risma meminta Gary mengakui kalau diaΒ adalah ayah dari putri mereka, Rabia.
"Gue juga pengin ngilangin rasa penasaran gue. Gary bilang itu bukan anaknya, gara-gara beda golongan darah. Golongan darah Rabia O, sama kayak gue," urainya.
(eny/eny)











































