Hal itu diungkapkan oleh Zarima lewat SMS yang diterima detikhot, Kamis (29/4/2010). Zarima pun berterimakasih atas dukungan masyarakat dan partai politik terhadap pencalonannya itu.
"Menyikapi pencalonan saya dan keluarga telah musyawarah mengambil sikap untuk belum bersedia dicalonkan atau mencalonkan dalam pilkada," tulis perempuan yang pernah dipenjara karena terbukti memiliki 30 ribu pil ekstasi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akan memanfaatkan dukungan, peluang dan kesempatan yang diberikan sebagai modal berkiprah dalam politik nanti," tulisnya.
(hkm/hkm)











































