Ceritanya, Inul diundang untuk menghibur kampenye salah satu calon bupati dan wakil bupati Buton Utara, Senin (26/4/2010) lalu. Saat menuju lokasi acara di Buton, tiba-tiba ibu satu anak itu dihadang oleh ratusan massa sebuah partai.
Inul menduga massa tersebut adalah simpatisan partai yang menjadi lawan dari calon pasangan calon bupati dan wakil bupati yang mengundangnya. "Itu saya dihadang sama kompetitornya partai yang aku ikutin," cerita Inul saat dihubungi detikhot, Kamis (29/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil yang ditumpangi pedangdut asal Pasuruan, Jawa Timur itu menjadi bulan-bulanan pendemo. "Kita diteriakin 'turun-turun'. Nah orasi yang mereka omongin itu gubernur (Kendari) itu tidak boleh datang," tutur Inul.
Padahal menurut Inul, orang yang mereka cari tidak ikut bersamanya. Namun mobil yang ditumpangi Inul pun terus digoyang-goyang hingga Inul panik. Inul pun hanya bisa diam dan terus berdoa.
Bukan hanya sang gubernur yang dilarang untuk datang. Inul pun menjadi sasaran demo agar ia tidak jadi menyanyi. "Salah satunya iya, karena aku itu bintang tamu di acara sebagai penutup acara. Kan kalau saya nggak nyanyi, yang simpatisan marah," jelas Inul.
Setelah dua jam terkurung di dalam mobil, akhirnya Inul mendesak sopirnya tidak melanjutkan perjalanan ke lokasi acara. "Kalau sopir nggak bisa mundur, lebih baik saya keluar, dikeroyok dan saya selamat. Daripada saya di dalam, diguling-guling, dan dibakar," kata Inul.
Akhirnya mobil yang membawa Inul pun mundur dan kembali ke Kendari. Inul memutuskan langsung pulangΒ ke Jakarta meski sempatΒ dipaksa untuk tetap berada di Kendari.
"Akhirnya aku mau pulang aja, kepikiran aja aku di rumah. Tapi sebelumnya aku udah nyanyi di sana sama Andi '/rif'. Kan acaranya selama tujuh hari gitu," pungkas Inul.
(ebi/iy)











































