Bagi Pam, yang juga aktivis PETA (organisasi pecinta hewan-red) dan seorang vegetarian, paus semestinya bisa hidup bebas di laut luas. Tidak seharusnya ikan paus yang suka melompat bebas terkurung di dalam Seaword.
"Tragedi itu sungguh mengerikan. Ikan paus tidak seharusnya dikurung di Seaworld. Kalau paus tetap dikurung, hal yang mengerikan bisa saja terjadi. Tidak seharusnya ada tempat seperti Seaworld," kata Pamela seperti dilansir Contactmusic, Jumat (16/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhir Februari 2010 lalu, Dawn Brancheau, pelatih paus, terbunuh usai acara pertunjukan 'Dine with Shamu' yang menampilkan paus-paus. Perempuan berusia 40 tahun itu baru saja menyelesaikan sesi pertunjukan dengan Tillikum, paus terbesar di SeaWorld tersebut, dan satu-satunya paus jantan dewasa.
Menurut saksi mata, tiba-tiba saja Tillikum muncul dan mencengkeram lengan Brancheau dan langsung menariknya ke dalam air. Tillikum kemudian menghentak-hentakkan tubuh Brancheau di dalam air sembari berenang dengan cepat di dalam kolam paus tersebut.
Wajah Brancheau berdarah-darah. Paus pembunuh tersebut terus menghentak-hentakkan tubuh malangΒ Brancheau sambil terus berenang. Brancheau sudah meninggal ketika tim paramedis tiba di lokasi.
Brancheau merupakan pelatih paus dengan pengalaman latihan yang cukup lama. Perempuan itu bekerja di tempat tersebut sejak Februari 1994.
Namun tragedi Brancheau itu bukan insiden pertama yang dialami para pelatih paus di arena-arena SeaWorld lainnya diΒ AS. Pada November 2006 lalu, seorang pelatih digigit dan dibawa ke dalam air beberapa kali oleh seekor paus saat berlangsung pertunjukan di SeaWorld San Diego. Pelatih tersebut, Kenneth Peters, lolos dari maut dengan mengalami patah kaki.
Pada tahun 2004, seekor paus di SeaWorld San Antonio mencoba menggigit salah seorang pelatih. Untunglah si pelatih berhasil mengelak.
(iy/hkm)











































