Saat Nia melangkah dengan diiringi kedua orang tuanya dari dalam rumah menuju teras, pemain sinetron 'Bidadari 2' itu melewati tujuh hamparan kain. Tujuh hamparan kain tersebut melambangkan tujuh hari pertama dalam pernikahan yang akan dilalui Nia.
Dengan melewati tujuh kain tersebut, diharapkan pernikahan Nia bisa terus langgeng dan bahagia.Β Lalu setelah melewati tujuh hamparan kain, Nia baru disiram dengan air dari tujuh masjid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuan dari acara siraman itu agar hati, jiwa dan fisik Nia bisa bersih dan terjauh dari berbagai cobaan. Setelah air di dalam gentong habis, maka Nia akan mengambil air wudhu yang disiramkan dari sebuah kendi. Sang ayah, Priya, yang memegang kendi tersebut.
Jika sudah habis, kendi itu akan dipecahkan. Siraman Nia dilangsungkan di Jl Benda II no. 9, Ciganjur, Jakarta Selatan. (fjr/fjr)











































