Joy mencurahkan kegundahannya setelah ibunya sendiri, Roma Sibuea, menudingnya telah dicuci otaknya. Ia menemui sejumlah media, bersama Daniel, di Kuningan Suite, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (23/3/2010).
Berikut curahan hati Joy:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makanya tidak masuk akal di pikiran saya, kok bisa mama menganggap saya diguna-guna.
Saya perlu cerita singkat, saya sebelum dengan Daniel, pacaran dengan orang Manado lima tahun dan ditentang mama dan keluarga besar karena berbeda suku. Mantan saya selalu diusir, selalu anggapan keluarga negatif, hidup saya akan hancur kalau sama dia, saya diguna-guna.
Di saat seperti itu, Tuhan buat saya konseling dengan hamba Tuhan. Saya bertanya apa yang harus saya tempuh agar orang tua bisa setuju.
Lalu saya diperkenalkan seorang teman dengan Daniel. Saya kenal Daniel dia mau buat ultah untuk neneknya. Saya masih membawa mantan pacar. Tapi entah bagaimana, saya tahu-tahu putus dengan mantan saya hanya karena masalah sepele.
Waktu pertama ketemu dengan Daniel saya masih sama mantan pacar saya. Waktu Daniel bercerita kalau dia ditinggal istrinya, saya doakan, saya mendoakan mereka. Memang mantan istrinya yang pertama menggugat cerai. Saya mengikuti terus persidangan. Saya minta sama Tuhan kalau memang jodoh didekatkan, kalau bukan dijauhkan. Ternyata dengan berjalannya waktu dibuatnya saya semakin dekat. Keluarga saya juga tidak ada masalah. Daniel bukan penipu, dia tidak membohongi keluarga saya dan dia selalu konsultasi dengan papa saya soal masalahnya.Β
Di awal kita bilang ingin menikah, mama setuju kita menikah di pertengahan tahun. Tetapi setelah kita cari gedung dan meminta izin, saya ditentang adik saya, Jelita, dengan alasan dia ingin saya menikah setelah dia selesai melahirkan di Amerika. Saya tanya kenapa di Amerika? Tapi Jelita langsung marah, dia langsung frontal sehingga saya mematikan telepon.
Setelah itu mungkin dia sudah cerita kepada mama saya. Mama malam-malam langsung telepon, mama memarahi saya. Dia langsung menentang tidak setuju dengan alasan biar semua bisa berkumpul. Tapi kenapa masa lalu Daniel diungkit-ungkit. Seharusnya dari awal, kalau tidak mau setuju. Mama saya tetep keukeuh kalo saya menikah Juni, dia tidak akan hadir. Dia memilih mendampingi adik saya melahirkan di Amerika. Saya sedih sekali. Waktu dengan yang Manado, sampai kiamat dunia mama tidak setuju.
Sekarang setelah saya dengan orang Batak, hanya karena dia punya dua anak, mama memilih menemani Jelita, saya menangis. Saya tidak tahu apa maunya mama saya. Saya melihat, mama saya lebih fokus ke karir saya. Dia bilang kenapa saya tidak fokus mengurus album. Mama juga bilang, apa kata orang, kata wartawan kalau kamu menikah cepat dengan Daniel. Saya bilang, kenapa jadi pusing apa kata orang.
Saya juga mau tegaskan di sini saya tidak ada merebut Daniel dari mantan istrinya. Saya kenal Daniel dia sudah sendiri. Saya kenal Daniel saat proses persidangan. Daniel ditinggal mantan istrinya yang selingkuh dengan orang lain. Di situ saya iba, melihat dia yang begitu tanggungjawab pada keluarga.
Di Oktober, mama kenal dengan Daniel, mama sempat bilang kok tega, seorang ibu (mantan istri Daniel, Debora) meninggalkan anaknya. Tapi kenapa kok sekarang setelah kami menikah, mereka jadi yang tidak-tidak. Berbagai cara mereka tempuh untuk membatalkan pernikahan kami. Berusaha menghubungi gereja tempat kami diberkati, berusaha menghubungi mantan istrinyaΒ Daniel dan keluarganya, supaya semakin memanas lagi. Orang-orang yang menghadiri pemberkatan kami ditelepon ke gereja supaya mendapat teguran.
Saya sudah berusaha untuk berdamai, tetapi kenapa SMS makian dari adik saya ke mertua, ke Daniel dan ke saya, terus tidak berhenti, ini maunya apa. Apakah ini bentuk ujian akankah Daniel tetap mencintai saya kalau saya orang biasa saja. Karena waktu pertemuan keluarga, mama sempat bilang, Joy itu public figure tidak bisa menikah cepat, saya bilang sombong sekali mama ini, saya bilang saya bisa seperti ini karena Tuhan. Kenapa ada pikiran negatif. Kalau saya menikah, saya tidak bisa membantu keluarga, kalau saya menikah, saya akan sepenuhnya diatur Daniel atau Daniel memanfaatkan saya untuk membayar hutang-hutangnya. Itu tidak ada.
Puji Tuhan Daniel punya pekerjaan yang baik. Masih lebih banyak uang dia daripada uang saya. Kenapa mama orientasinya saya seorang penyanyi, bukan orang biasa, yang memberi ini semua Tuhan. (eny/yla)











































