Keluarga Beberkan Kronologi Pelarian Joy Tobing

Keluarga Beberkan Kronologi Pelarian Joy Tobing

- detikHot
Senin, 22 Mar 2010 17:49 WIB
Keluarga Beberkan Kronologi Pelarian Joy Tobing
Jakarta - Penyanyi Joy Tobing, meninggalkan rumahnya sejak 24 Februari 2010. Ia kemudian menikah tanpa restu keluarga pada 1 Maret 2010. Bagaimana kisahnya, hingga akhirnya Joy lari dari rumah?

Dalam jumpa pers di rumah orangtua Joy, di Jl. Mampang Prapatan IV, Jakarta Selatan, Senin (22/3/2010), sesepuh keluarga Tobing, Adam menceritakan kronologi perginya jawara Indonesian Idol itu. Ia didampingi oleh adik Joy, Jefri Agustinus Tobing dan ibunda Joy, Roma Sibuea.

Dijelaskan Adam, pada 24 Februari 2010, keluarga Sinambela datang ke rumah orangtua Joy. Maksud kedatangan mereka adalah untuk mempersunting Joy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kita kurang deal masalah waktu," ujar Adam.

Saat itu, keluarga Joy ingin pernikahan digelar Oktober 2010. Sedangkan Daniel minta ia dan Joy naik pelaminan pada 25 Juni 2010.

"Keluarga kami meminta Oktober, karena Jelita mau melahirkan. Dari keluarga Joy, Jelita anak perempuan kedua, dia yang akan jadi upah pariban, karena masalah itu kita minta diundur," urai Adam.

Meski tidak terjadi kesepakatan, pertemuan tersebut tetap berakhir dengan damai. Usai acara tersebut, kedua keluarga pun bersalaman.

Setelah acara, tiba-tiba saja Joy pamit untuk kembali ke rumah Daniel. Dia mengaku ada barangnya yang yang tertinggal di rumah pengusaha batu bara itu.

"Joy cuma pakai sandal, nggak ada persiapa apa-apa, nggak bawa surat-surat," tutur Adam.

Ditunggu-tunggu, Joy tak kunjung memberi kabar pada keluarganya. Baru pada Sabtu, 27 Februari 2010, ia menghubungi keluarganya. Ketika itu, ia berjanji akan pulang.

"Ditunggu-tunggu nggak pulang. Kita dapat kabar ternyata sudah diparaja (dikukuhkan oleh Ketua Adat Keluarga Sinambela-red)," tukas Adam.

Pada Sabtu malam, keluarga Joy pun menghubungi pihak Daniel. Dari perbincangan melalui telepon itu, disepakati, digelar lagi pertemuan keluarga di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta.

Saat itu ada sekitar 15 orang perwakilan keluarga Sinambela yang hadir. Sedangkan dari pihak Joy hanya tiga orang.

"Kita tanya apa maksud keluarga Sinambela. Kita jelaskan kita ingin menikah dengan cara yang baik, tidak dengan paraja," jelas Adam.

Kesepakatan untuk menikah baik-baik pun tercapai. Saat itu, keluarga Sinambela pun mengakui kalau Joy sudah mereka curi.

Namun tiba-tiba saja, pada 1 Maret 2010, keluarga Joy mendengar pelantun 'Karen Cinta' itu akan menikah di sebuah Gereja Pantekosta, di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Ketika itu, beberapa keluarga Joy pun langsung berangkat menuju gereja tersebut.

"Ternyata gereja itu dikawal lebih dari 30 bodyguard," ujar Adam.

Ditambahkan ibunda Joy, Roma, saat itu, ia sebenarnya sempat berpapasan dengan Joy yan berada di dalam mobil. "Saya sempat meneriaki, Joy, Joy. Adiknya sempat juga dipiting, kacamtanya diambil dan disemprot cabai oleh bodyguard Daniel," urainya.

Usai peristiwa tersebut, Adam langsung meminta pertanggungjawaban keluarga Sinambela. Ia mempertanyakan kenapa bisa sampai ada pemberkatan. Sayangnya keluarga Sinambela ketika itu mengaku tidak tahu apa-apa.

Mengenai klaim Joy, kalau ada perwakilan keluarganya yang hadir di pernikahannya, Jefri angkat bicara. "Itu hanya saudara jauh. Kalau mau menikah, kenapa harus saudara jauh, kan ada keluarga Tobing yang lebih dekat," ujar pria yang berprofesi sebagai dokter itu. (eny/eny)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads