Pulau Komodo masuk dinobatkan menjadi finalis 'New Seven Wonders of Nature' atau tujuh keajaiban dunia. Menurut Olga, Pulau Komodo layak menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia karena sangat unik dan indah.
Olga baru pulang dari Taman Nasional Komodo sekitar dua minggu lalu. Selama 5 hari Olga di sana dan mendapatkan pengalaman seru dan unik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung Olga tak perlu menyelam untuk melihat manta yang sedang menari-nari di laut sebelah barat Pulau Sumbawa itu. Ia pun bebas memotret dengan kamera digitalnya yang disiapkan agar tahan air.
Naas, Olga tak pandai memotret. Jadi kebanyakan gambar yang diambil tidak fokus alias burem. Ditambah manta yang ia foto juga tak bersahabat, terus menghindar.
"Karena baru belajar memotret, jadi banyak foto yang tidak fokus dan kabur. Kayaknya harus banyak belajar motret lagi deh. Mungkin kalau ada waktu lagi, akan ke sana," ujar dara kelahiran 4 Desember 1976 itu.
Perjalanan dilanjutkan, Olga berkeliling pulau yang cuacanya panas itu. Saking panasnya, Olga beranggapan kapau Pulau Komodo mempunyai 5 matahari. Meski begitu, ia tetap menikmatinya.
"Kalau warna kulitnya jadi gelap nggak apa-apa. Kalau berubah agak gelap, terus kembali berubah jadi putih lagi itu lumayan cepat. Berjemurnya sudah lama, tapi tetap nggak bisa gelap-gelap banget. Susah cakep juga di sana. Tapi memang pemandangannya indah sekali," ujarnya sumringah.
Olga berharap pulau yang pertama kali dipopulerkan oleh tentara Belanda, Letnan Steyn van Hens Broek itu akan menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia. Namun Olga juga mengaku masih banyak yang harus diperbaiki dari sistem transportasi di sana.
"Yang perlu diperbaiki adalah transportasi. Karena kalau akan ke Pulau Komodo harus menginap dulu di Bali," cetusnya.
So, tunggu apa lagi? Ayo dukung Pulau Komodo menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia!
(ebi/eny)











































