"MC itu roh dari sebuah acara. Mau jadi apa rohnya, kalau setiap kita tonton itu jambak-jambakan dan bergaya seperti banci," ujarnya, saat ditemui di sela-sela Seminar 'The Protection and Administration Of music Performers Rights in Indonesia' di Hotel Century, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2010) malam.
Pria yang pernah membawakan acara musik 'Dansa Yo Dansa' itu, mempertanyakan apakah memang presenter kasar dan bergaya bak banci tersebut wajah musik Indonesia. Jika memang demikian, menurutnya, Indonesia kembali ke zaman penjajahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu budaya dari mana, nggak ada kok," tukas suami dari Maria Nguyen Kim Dung itu.
Krisbiantoro berharap junior-juniornya di dunia presenter atau MC bisa lebih hebat darinya. Ia pun meminta tidak menggampangkan pekerjaan sebagai pemandu acara itu.
"Untuk kedalaman suatu profesi butuh waktu yang panjang, jadi kalau baru jangan bangga dulu," nasihatnya.
(eny/eny)











































