Sejak tahun 1982, kakak Mus Mujiono itu sudah merasa menderita gula darah. Namun kala itu Mus Mulyadi tak terlalu menggubrisnya. Ia terlalu larut dalam kesibukannya.
"Saya kontrol ke dokter Jerman, ternyata gula saya itu sampai 460 dengan keadaan badan saya beratnya 73 kilogram. Saya disuruh diet. Tiap makan saya harus 2 ribu kalori. Setelah itu saya turun berat badan sampai 62 kilogram," ujar Mus Mulyadi ketika disambangi di kediamannya di Taman Alfa Indah, Joglo, Jakarta Barat, Selasa (2/3/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelumnya gigi saya mulai lepas sendiri. Kalau melihat itu mulai buram sampai plus dua," tutur Mus Mulyadi.
Bukannya mengecek gula darah, Mus Mulyadi malah memilih ganti kacamata. Empat tahun kemudian Mus Mulyadi berangkat ke Australia dan kala itu plus di matanya mencapai 3,5. Akhirnya di tanah air, ia menjalani operasi.
"Waktu itu tahun 2006, ternyata pembuluh darah aku pecah. Di mata itu darah saja. Itu darahnya harus diambil dari mata. Nah setiap bulan saya disuntik silikon," lanjutnya.
Untuk kedua kalinya di tahun 2008, suami dari penyanyi Helen Sparinga itu kembali menjalani operasi. Penglihatan Mus Mulyadi hanya 16 persen. Walau dalam keadaan sakit, ia tetap ngotot menyelesaikan albumnya. Alhasil kondisi kesehatan Mus Mulyadi pun semakin tak karuan.
"Waduh bingung saya, putus asa saya. Udah nggak keliatan sama sekali. Kata dokter janjikan tanggal 23 Desember. Langsung dioperasi, dokter angkat tangan. Kata dokter ada katarak dan dibenarkan retinanya. Setelah itu lemes banget, kayak kehidupan itu nggak ada," kisahnya.
Penyakit gula yang diderita Mus Mulyadi didapat dari kedua orangtuanya. Empat dari delapan saudara Mus Mulyadi pun diketahui menderita penyakit gula darah tinggi. (yla/hkm)











































