"Malu wakil rakyat kayak gitu. Prihatin saja," jelasnya ketika ditemui seusai pemotretan untuk buku kebaya desainer Andrie Frangkie di Museum Fatahillah, Kota, Jakarta Barat, Selasa (2/3/2010) malam.
Titi memang tidak melihat langsung ricuh sidang Paripurna DPR yang diwarnai oleh hujan interupsi dan hampir terjadi baku hantam. Ia mengetahui kabar tersebut dari situs jejaring sosial, Twitter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Titi juga heran dengan kondisi sebagian masyarakat Indonesia, baik di kalangan bawah hingga di tingkat elit, yang gemar mendahulukan kekerasan.
"Di sini sepertinya orang Indonesia tidak bisa berbeda pendapat. Kalau beda pendapat bawaannya mau perang," tandasnya.
(fjr/yla)











































