Peristiwa itu bermula ketika Fanny dan ibundanya, Ariyani, meninggalkan ruang sidang utama PA Jakbar, disusul oleh Mark dan pengacara keduanya. Ketika Fanny dan Ariyani hendak masuk ke mobil, Mark menghampiri.
Pria kelahiran 22 Oktober 2948 itu lalu memegang tangan Ariyani. Mark sempat berbicara kepada mertuanya tersebut, namun tidak jelas apa yang disampaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fanny lalu melepas paksa genggaman Mark terhadap Ariyani. Ariyani terlihat tak berbicara melihat anak dan menantunya adu mulut.
Mark pun bereaksi dengan ucapan Fanny. "Kok kamu jadi seperti itu sih," ucapnya.
Tak lama kemudian pengacara Fanny dan Mark melerai keduanya. Mark oleh pengacaranya dijauhkan dari Fanny agar situasi tidak memanas.
Fanny bersama sang bunda lalu pergi meninggalkan Pengadilan Agama Jakarta Barat.
(fjr/fjr)











































