Masnawati alias Wati, seorang ibu tiga anak yang melontarkan tuduhan itu. Wati pernah mengingatkan Melly untuk berhenti meladeni suaminya. Namun itu sia-sia, justru Melly meneruskan hubungannya, bahkan sempat mengintimidasi Wati.
"Dari situ saya sering mendapatkan intimidasi dari Melly dan suami (sekarang mantan-red) saya. Sampai akhirnya saya diceraikan oleh suami saya pada bulan November 2008 tanpa dasar yang kuat dan sepihak," kata Wati saat ditemui di jalan Pinang Merah 8 no.15, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (24/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayangkan saja, saya dan tiga orang anak saya hanya diberi tunjangan Rp 1.750.000 perbulan. Bahkan mantan suami saya sekarang ingin mengambil hak asuk anak dari saya," paparnya.
Dengan membeberkan dugaan perselingkuhan itu ke infotanment, Wati berharap Melly mengakui kesalahannya. Tak hanya itu, hak asuh ketiga anaknya juga tetap berada di tangannya.
"Saya diam selama setahun karena tidak ingin dibilang mendompleng nama Melly. Saya hanya ingin dikonfrontir dengan mantan suami saya dan Melly. Tolong pihak kepolisian dan pihak terkait jangan melihat masalah ini hanya sepihak. Saya ingin Melly mengakui kesalahannya dan hak asuh anak tetap berada di saya," jelasnya.
Dari pengakuannya, Wati memang tak mempunyai cukup bukti mendapati suaminya selingkuh dengan Melly. Ia menduga suaminya selingkuh lantaran sering berhubungan melalui pesan singkat dengan Melly. Namun Wati tak takut kalau tuduhannya berujung di meja pengadilan.
"Saya tidak takut dilaporkan oleh Melly, dia harus tanggungjawab atas apa yang telah dilakukannya," tegasnya.
(ebi/fta)











































