Menurut pelantun 'Whenever, Wherever' itu, hasrat seks sama pentingnya dengan agama di dunia ini. Ia pun menyayangkan orang-orang yang masih tak mau mengkui hal tersebut.
"Libido adalah mesin dunia. Terkadang manusia menempatkan Tuhan di tengah-tengah dan sengaja melupakan hasrat dan nafsunya," ujarnya seperti detikhot kutip dari Female First, Selasa (24/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kini aku merasa lebih nyaman. Aku membiarkan hasrat yang ada di jiwaku untuk keluar dan berbicara sekeras mungkin," ujarnya lagi.
(kee/eny)











































