Walau Al mengikuti ujian kesetaraan, namun Maia percaya benar bahwa anak sulungnya itu tidak bodoh. Menurutnya penurunan dalam nilai itu biasa dialami semua orang.
"Aku juga pernah mengalami masalah nilai merosot tapi itu bukan bodoh tapi lebih ke malas belajar. Kita khawatir takut anak nggak lulus tapi bukan berati kita harus push kasihan nanti stress," ujar Maia saat ditemui di Jati Padang Utara, Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat (20/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku sih enggak nyalahin diri aku, ya salahin yang sering disampingnya dong. Dari dulu juga aku selalu lebih canggih soal belajarnya anak-anak, kalau main ya bapaknya lebih canggih. Kalau Dhani ngajak main bola, ya aku ngajak belajar," ujar Maia lagi.
(kee/kee)











































