"Saat acara berlangsung dia bilang kalau itu pistolnya beneran. Pas kita periksa, ternyata replika, berbohong dia. Katanya itu bagian dari sulap, sulapnya juga kita periksa ternyata triknya berbau bohong," jelas Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Saleh Saaf, Kepala Badan Intelkam Mabes Polri, saat ditemui di kantornya Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2009) malam.
Irjen Pol Saleh menyayangkan perilaku Deddy yang membuat kekhawatiran di masyarakat. Apalagi ia sempat menyebutkan kalau sejumlah anak buahnya yang menenteng benda mirip pistol adalah anggota Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mabes Polri hanya memeriksa Deddy sebagai saksi. Polri pun tidak akan menuntut Deddy karena telah mencatut Korps Bhayangkara itu dalam pertunjukkannya.
"Nggak usah lah, dia sudah minta maaf kok kalau dia salah. Yah kita maafkan, ini kan bulan puasa," tandasnya.
(fjr/fjr)











































