Miss Universe pertama kali dihelat pada 1952 silam di Long Beach, California. Awalnya ajang tersebut hanya untuk mempromosikan pakaian renang merk Catalina.
Seiring berjalannya waktu, kontestan Miss Universe tak hanya berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Jerman dan Prancis. Belasan hingga puluhan negara di penjuru dunia mulai mengirimkan wakilnya di kontes tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika zaman Orde Baru, pemerintah saat itu melarang keras keikutsertaan Indonesia di ajang Miss Universe. Baru setelah Reformasi bergulir, Indonesia, melalui Yayasan Puteri Indonesia, ikut serta.
Indonesia pertama kali terlibat pada kontes Miss Universe 2005. Saat itu wakil Indonesia, Puteri Indonesia 2004, Artika Sari Devi bisa menembus posisi 15 besar. Keiikutsertaan Artika ditentang banyak pihak, terutama dari sejumlah Ormas Islam.
Didemo dan diprotes tidak menyurutkan antusiasme Yayasan Puteri Indonesia untuk kembali mengirim kontestan ke Miss Universe. Nadine Chandrawinata, Puteri Indonesia 2005 menjadi wakil merah putih di Los Angeles.
Keikutsertaan Nadine mendapat cemoohan dari banyak pihak. Walau berwajah indo, Nadine ternyata tidak fasih berbahasa Inggris. Ia menyebut negerinya, Indonesia sebagai 'kota yang indah'. "Indonesia is a beautiful city," begitu ucapnya kala itu.
Kecaman makin mengalir deras karena Nadine juga berpose dengan mengenakan bikini saat sesi pemotretan bersama dengan para kontestan yang lain.
Tak kapok, kembali Indonesia menempatkan wakilnya, Puteri Indonesia 2006, Agni Pratistha di Miss Universe 2007. Sayang tak banyak prestasi yang dicetak oleh Agni.
Putri Raemawasti, 'mengulang' apa yang dilakukan Nadine Chandrawinata, mengenakan bikini. Puteri Indonesia 2007 itu berbikini kuning di atas catwalk Miss Universe 2008. Sayangnya totalitas Putri mengenakan bikini tidak otomatis membuatnya mencetak prestasi mengkilap.
Yang paling banyak mengundang perhatian ialah apa yang dicapai oleh Zivanna Letisha Siregar. Puteri Indonesia 2008 itu beberapa kali merebut posisi pertama polling yang dilansir situs resmi Miss Universe 2009.
Zizi bahkan bisa melangkahi sejumlah kontestan asal negeri Amerika Latin yang selama ini dikenal sebagai penghasil juara Miss Universe.
Pose Zizi mengenakan bikini pun menuai pujian serta kecaman. Walau berdasarkan polling Zizi sulit digeser, di atas panggung, perempuan 20 tahun itu dengan mudah tersingkir.
Zizi tak masuk posisi 15 besar di Miss Universe 2009. Bahkan gelar Miss Photogenic dan Miss Congeniality tak dapat direngkuh Zizi. Miss Thailand, Chutima Durongdej dan Miss China, Wang Jingyao menjadi pemiliknya.
Gelar Miss Universe 2009 pun jatuh ke Stefania Fernandez asal Venezuela. Keberhasilan Fernandez mengulang apa yang telah dicapai Dayana Mendoza yang juga berpaspor Venezuela.
Menurut catatan detikhot wakil Asia terakhir yang merengkuh mahkota Miss Universe 5 tahun terakhir berasal dari Jepang. Riyo Mori yang dinobatkan menjadi Miss Universe 2007.
Selebihnya sejumlah juara berasal dari Amerika Latin, Rusia dan Australia.
Lalu perlukah Indonesia kembali mengirim wakilnya ke Miss Universe 2010?
(fjr/kee)











































