"Sekarang biarkan aku memakai baju pengantinku, biarkan aku berjalan menuju pelaminanku...," begitu sepenggal bait puisi 'Jelang Malam Pengantin' karya Remy Soetansyah yang dibawakan Happy di Gedung Arsip Nasional, jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Jumat (14/8/2009) malam.
Setiap membacakan puisi, Happy berusaha meresapi makna setiap kata agar penonton larut terbawa perasaan. "Saya membawakan dengan sensitifitas yang tinggi. Saya memaknai setiap kalimat yang saya baca. Saya juga harus penuh kejujuran supaya orang bisa merasakan kejujuran tersebut," jelas Happy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sering tampil membacakan puisi, Happy tak ingin jika dirinya disebut ahli pembaca puisi. Pemain teater 'Nyai Ontosoroh' itu lebih senang disebut sebagai penulis cerpen.
"Kalau puisi saya kurang, saya lebih senang menulis cerita. Kemarin sempat meluncurkan kumpulan cerpen juga," kata Happy.
(ebi/ebi)










































