Hal tersebut disampaikan putra sulungnya, Teodorus Setya Nugraha. Sejak Juni lalu Rendra telah berkali-kali bolak-balik dirawat di rumah sakit. Ia juga harus menjalani cuci darah yang tidak menyenangkan.
"Penyakitnya bikin capek luar biasa. Dari tanggal 1 Juli dia sudah cuci darah di rumah sakit Harapan Kita," ujar Teodorus ditemui di Pesona Depok, Jawa Barat, Jumat (7/8/2009) dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun di hari kepergiannya, 6 Agustus 2009 pukul 22.00 WIB Rendra terlihat sangat ikhlas. Ia pasrah dengan garis yang diberi sang Maha Kuasa.
"Abis magrib dia minta mandi dan saya bikinkan air pakai bunga, terus minta makan, minta mijet, pas mau disuapin dia muntah ternyata itu sakaratul maut. Dia terlihat pasrah banget, dia ikhlas," jelas Teodorus mengenang masa-masa sebelum ayahnya berpulang. (yla/yla)











































