"Pas baru nyampe, dia numpang ngadem di rumah saya, mau numpang istirahat. Wong sorenya masih bercanda-canda kok sama saya," ujar Mamiek saat ditemui di kediamannya di Kampung Makasar, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009).
Setelah bersenda gurau itulah wajah Mbah Surip tiba-tiba pucat pasi. "Dia ngeluh nggak enak badan, makanya tak panggilin mantri," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah setelah makan bubur itu mukanya tambah pucat, terus ngiler. Saya manggil mantri lagi, tapi Pak Mantri bilang dibawa saja ke rumah sakit," ujarnya.
Sayangnya, ajal tak bisa ditolak. Mbah Surip menghembuskan nafas terakhirnya ketika dalam perjalanan menuju RS Pusdikkes TNI-AD, Kramat Jati Jakarta Timur, Selasa (4/8/2009) sekitar pukul 10.30 WIB. (fjr/fjr)











































