Luis Carlos Ameida dari London misalnya, saat ditemui ia berbagi cerita soal Jacko. Ameida yang sudah punya tiket konser Jacko, 13 Juli mendatang itu, mengaku ngefans Jacko sejak usianya masih kanak-kanak.
"Aku punya baju putihnya, aku memakainya saat aku ulang tahun. Aku juga bisa bergaya moonwalk. Aku ingat ibuku pernah mengirimku ke tempat belajar jalan ala Michael Jackson," kisahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Christos Winter di seberang benua lainnya yaitu di Australia juga berduka dengan kepergian pelantun 'Black or White' itu. Apalagi dia sebelumnya menggagas sebuah petisi yang isinya permintaan untuk mendatangkan Jacko ke Negeri Kangguru itu.
Para penggeram Jacko dari berbagai belahan dunia juga menyampaikan duka melalui akun Facebook yang dikhususkan untuk ayah tiga anak tersebut. Ada banyak bahasa yang ditulis di halaman tersebut, mulai dari Prancis sampai Jepang.
Dari Hong Kong, anggota Michael Jackson Hong Kong Fan Club, Kase Ng, 24, mengungkapkan kesedihannya pada CNN. Menurut Kase, ia sebenarnya berencana terbang ke London bersama empat temannya untuk menyaksikan konser idola mereka.
Di Cina, berbagai toko musik memutar lagu Jacko. Album-album Jacko juga kini dipajang di tempat khusus. "Banyak orang di Cina yang sangat menyukainya," ujar salah satu pembeli di toko musik, Xu Wei.
Bagaimana di Indonesia? Hal serupa pun terjadi. Di berbagai akun Twitter, orang-orang memposting Tweets tentang meninggalnya Michael Jackson. Ada yang sedih, ada yang memilih mendengarkan lagu-lagu Michael Jackson sepanjang hari, ada juga yang mengenang gaya-gaya penyanyi 50 tahun itu. Di Facebook, hal yang kurang lebih sama terjadi. Di berbagai radio pun, lagu-lagu Michael Jackson kembali diputar.
(eny/eny)











































