''Tindakan si pelapor itu memberikan keterangan palsu dan kita juga akan melakukan penuntutan hukum,'' ujar kuasa hukum Suhaebi, Zulhendri Hasan saat ditemui di kediaman kliennya itu di Perumahan Raffles Hills, Cibubur, Selasa (16/6/2009) jelang tengah malam.
Suhaebi pun kemudian memberikan kronologi kejadian versinya. Namun keterangannya tersebut berbeda dengan apa yang disampaikannya pada polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ebi mengaku langsung menemui Ami di Puncak setelah ia berada di Demak, Jawa Tengah selama dua hari. Ebi memilih bertemu Ami dulu sebelum pulang ke rumah.
Pengusaha asal Kudus itu menemui Ami untuk membicarakan acara bakti sosial yang akan mereka adakan. Sebenarnya ada satu orang lagi yang ikut dalam pertemuan tersebut. Namun menurut Ebi, temannya itu batal datang.
''Tiba-tiba saat di perjalanan ada yang menyalip. Mobil Ebi dicegat enam orang berbadan kekar, dua di antaranya mengeluarkan senjata dari pinggang sambil teriak, bawa ke Polda,'' kisah Zulhendri lagi-lagi mewakili Ebi. Sebelum jumpa pers Ebi memang sempat mengatakan dirinya tidak bisa banyak bicara karena suaranya serak.
Dicegat enam orang berbadan kekar, Ebi pun ketakutan. Ia langsung tancap gas dan menghampiri polisi yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi kejadian. Si polisi lalu minta pada pria-pria tersebut untuk menyelesaikan di Polsek Gadok, Bogor, Jawa Barat.
Keterangan Ebi di atas sangat berbeda dengan keterangan Cici dan pihak Polres Bogor. Menurut Cici, saat ia mengetuk-ngetuk kaca mobil suaminya, sang suami langsung tancap gas. Alhasil ia pun jatuh tersungkur.
Tidakkah Ebi melihat Cici? ''Saya nggak tahu ada orang, yang saya lihat hanya enam orang itu dan saya hanya fokus lurus ke depan untuk meninggalkan dan menyelamatkan diri,'' jawab Ebi membela diri. (eny/eny)











































