"Ini berawal dari kecurigaan Cici, Ebi pulang malam terus bahkan kadang tidak pulang selama dua hari. Cici ngajak saya, ayo kita jalan, akhirnya kita jalan ke daerah Puncak," kisah Sahrul, sepupu Cici yang menyaksikan aksi mobil Suhaebi menabrak Cici dalam jumpa pers di rumah pedangdut itu di Jl Swasembada Barat Raya 6, Plumpang, Jakarta Utara, Selasa (16/6/2009).
Saat beristirahat di kawasan Cisarua, Jawa Barat, Cici melihat mobil Range Rover Suhaebi yang juga tengah berhenti. Ketika itu pelantun 'Wulan Merindu' tersebut melihat sang suami turun dari mobil. Namun beberapa saat kemudian Suhaebi kembali masuk ke dalam mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu mobil Suhaebi berhenti, Cici pun turun dari mobilnya. Ia kemudian mengetuk-ngetuk kaca mobil sang suami, meminta Suhaebi untuk turun.
"Tapi tidak turun-turun. Cici langsung ke depan mobilnya bersama saya yang juga turun. Tapi Ebi tetap tidak turun. Ebi langsung tancap gas. Cici tersungkur, saya pun terpental. Tapi saya langsung mengejar Ebi," urai Sahrul lagi.Cici yang tersungkur kemudian ditolong oleh supir mobilnya. Sedangkan Sahrul langsung menghampiri polisi yang kebetulan berada kurang dari 500 meter di dekatnya."Saya melaporkan ada tabrak lari," jelasnya.
Akhirnya polisi meminta Cici dan Sahrul melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bogor. Suhaebi pun kemudian diperiksa pihak kepolisian gara-gara aksinya menabrak Cici.
Sebelumnya menurut saksi mata, Suhaebi dan perempuan yang semobil bersamanya kepergok Cici di Gang Semen. Saat hal tersebut ditanyakan pada Sahrul, Sahrul tidak tahu persis apakah memang TKP merupakan Gang Semen, Jl. Cibogo, Cipayung. Ia hanya tahu kalau jalan yang saat itu dilaluinya bersama Cici adalah Jl. Poros.Ngobrolin Cici Paramida lebih lanjut? Gabung di sini. (eny/eny)











































