"Bapak bilang kalau ada apa-apa maunya di rumah aja. Nggak mau di rumah sakit," ujar Sukarti ditemui di rumah duka Jl. Cendrawasih VIII no 13, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (26/3/2009) malam.
Sang istri pun bercerita bahwa selama berada di rumah sakit, Timbul selalu marah-marah. Ia tak mau ditinggal sendirian, padahal sang istri selalu mengenal Timbul sebagai sosok yang sangat mandiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya setelah dokter menyatakan Timbul diperkenankan pulang ke rumah yaitu Minggu (22/3) sore, ia pun tak mau membuang waktu. Timbul buru-buru bersiap ganti baju untuk pulang. Bahkan sang istri sampai harus memaksanya mandi dulu sebelum pulang.
"Terakhir Selasa (24/3) kondisi Bapak udah nggak bisa apa-apa, sampai akhirnya dia berpulang," tambah Sukarti lagi.
(yla/yla)











































