"Setegar-tegarnya aku, aku bisa nangis. Kalau dibuka hati aku bolong-bolong. Tapi kan aku mikir anak-anakku dirawat sama ayahnya," jelas Maia saat ditemui di Studio Avant Garde, Jl. Duren Tiga Raya, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2009) malam.
Dituturkan Maia, sampai saat ini ia belum bisa bertatap muka dengan tiga putranya, Al, El dan Dul. Untuk komunikasi, ia melakukannya melalui telepon dan Facebook. Facebook lah yang jadi ajang paling sering untuknya ngobrol bersama tiga jagoannya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih trauma banget kalau mau ketemu aku harus ke kamar. Aku takut ada kekerasan lagi," ujarnya.
Ketimbang terus-menerus bersedih memikirkan anak-anaknya, Maia memilih fokus bekerja. Malah saking fokusnya ia sampai jatuh sakit, Sabtu (7/3/2009) lalu.
"Aku sampai diinfus sama dokter pribadiku, sekarang masih ada serak-serak," tuturnya.
Ngomong-ngomong bagaimana jika nanti akhirnya bisa bertemu Al, El dan Dul? Maia mengaku akan menenangkan anak-anaknya dulu. Ia menduga anak-anaknya itu masih trauma karena persitiwa dulu yang dampaknya membuat pembantu Dhani dipenjara.
(eny/eny)











































