"Nabung-nabung untuk itu (sepatu-red), makan mie instan juga untuk beli sepatu itu," ujarnya tersenyum saat ditemui di Jl Jeruk Purut Buntu No. 76, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2009).
Sepatu mirip pendaki gunung itu ia beli saat di Hongkong 5 tahun lalu. Nirina pun mengaku cinta mati dengan sepatunya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepasang sepatu kesayangannya itu pun ia lego bersama sejumlah barang miliknya yang sudah tak terpakai lagi di sebuah bazaar. Benda-benda seperti baju, celana atau perhiasan ia jual mulai dari harga Rp 50 ribu hingga ratusan ribu rupiah. (fjr/fjr)











































