"Tempat terindah di dunia ini dalam pelukan mama dan papa. Namun selama 3 bulan 2 minggu saya hidup di dalam sel," tuturnya dengan air mata menetes di pipi.
Pengakuan tersebut diungkapkan Sheila saat membacakan pledoi pribadinya saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (20/11/2008). Pledoi tersebut dibuat khusus olehnya. Selain pledoi itu ada juga pledoi yang dibuat tim pengacaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada majelis hakim mohon dipertimbangkan atau diringankan hukuman kepada saya," tutur dara yang kini mendekam di Rutan Pondok Bambu itu.
Ngobrolin Sheila Marcia lebih lanjut? Gabung di sini.
(eny/eny)











































