"Saya kehilangan dua orang yang saya cintai, ayah saya orangnya seperti Mas Sophan, sederhana, jujur dan lurus," ujarnya berlinang air mata ketika ditemui seusai mengikuti prosesi pemakaman ayahnya di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Kamis (18/9/2008) petang.
Menurut perempuan 57 tahun itu, kepergian sang ayah untuk selama-lamanya membuat dirinya merasa terpukul. Namun ia bersyukur karena keluarga dan sejumlah rekan terus memberinya semangat. Widyawati pun melihat kabar duka ini sebagai proses agar dirinya lebih tangguh lagi sebagai seorang manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini perempuan berkacamata itu hanya bisa terus mendoakan orang-orang yang ia sayangi agar mendapat ampunan dari Tuhan. (fjr/eny)
