"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saudara Atin, ada memang sepeda motor katanya yang menyenggol saat almarhum jatuh dari sepeda motor di sebelah kiri. Di situ menurut keterangan Ibu Atin itu motor Pak Roesmanhadi," jelas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira
Hal ini disampaikan Abubakar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (8/9/2008). Abubakar melanjutkan sejumlah saksi yang telah diperiksa pada 5 September lalu yakni Widyawati, Leroy Usman, Andi Bola, dan istrinya Eti, Bambang Supriyanto.
Sedang Atin diperiksa 2 kali pada 5 dan 6 September. Abubakar melanjutkan dari keterangan Atin tersebut perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Apalagi Atin mengaku melihat Sophan Sophiaan jatuh tertelungkup dan dia mengaku melihat.
"Dari saksi yang sudah dimintai keterangan yang saya sudah sebutkan itu, tidak ada kesaksian yang menyebutkan melindas. Dan dari hasil pemeriksaan sementara ini tidak tertutup kemungkinan ada kesaksian lain," jelasnya.
Keterangan Atin, lanjut Abubakar memang harus dikonfirmasi lebih lanjut. Mengingat ada yang menyebutkan saat dia sedang mengendarai motor ada yang bilang dia menutup mata.
"Saat itu memang susunan konvoi adalah almarhum Sophan, Pak Pieter (Watimena), Pak Roesmanhadi, dan dan Ibu atin. Berdasarkan keterangan Pak Roesman, beliau menghindar ke kanan, dan yang dilihat Ibu Atin, almarhun tersenggol motor di sebelah kirinya. Yang jelas kasus ini butuh kita proses," urainya.
Apakah motor Pak Roesman rusak? "Ada kerusakan di bagian standar. Karena penyidik tidak ada di TKP maka ada kesaksian-kesaksian," jelasnya.
Ada yang mengatakan hasil visum di tubuh almarhum ada lebam? "Itu tidak ada, karena kalau terlindas waktu tertelungkup berarti tertelungkup ada lebam mayat di dadanya. Tapi itu tidak ada," tandasnya. (ndr/eny)











































