Kematian Sophan Sophiaan, Dua Jenderal Siap Diperiksa

Kematian Sophan Sophiaan, Dua Jenderal Siap Diperiksa

- detikHot
Kamis, 04 Sep 2008 13:38 WIB
Kematian Sophan Sophiaan, Dua Jenderal Siap Diperiksa
Jakarta - Dua mantan jenderal akhirnya buka suara mengenai kematian Sophan Sophiaan. Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Roesmanhadi dan mantan Dirjen Sarana Pertahanan Dephan Marsekal Muda (Purn) Pieter Watimena menggelar jumpa pers bareng. Keduanya mengaku siap diperiksa oleh polisi.

"Sejak awal kejadian, kita sudah serahkan kepada kepolisian. Saya minta polisi bertindak profesional tanpa melihat (jabatan) saya," jelas Roesmanhadi kepada wartawan dalam jumpa pers di sebuah kantor di Jalan Lamandau no 9, Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2008). Dalam jumpa pers, Roesmanhadi didampingi Pieter dan Fredi Soemitro, peserta Konvoi Jalur Merah Putih (JMP) 17 Mei 2008 lalu.

Dalam jumpa pers ini, Roesmanhadi, Pieter dan Fredi menjelaskan kejadian yang menimpa Sophan. "Saya berharap kalau ada bukti baru, jangan melapor ke mana-mana, selain ke polisi.Β  Saya dan Pak Pieter sanggup diambil keterangan," kata Roesmanhadi.

Saat ditanya mengapa dirinya dan Pieter belum juga diperiksa oleh polisi, Roesmanhadi mengaku saksi-saksi tidak menyebut namanya. "Yang diperiksa hanya Pak Nandi, safety office, yang berada di depan motor almarhum, saat itu pakai mobil. Saksi-saksi yang diperiksa tidak menyangkut nama kami," ujar purnawirawan jenderal polisi yang kini menjadi pengacara itu.

Kasus kematian Sophan Sophiaan kembali muncul ke permukaan setelah istrinya, Widyawati, mengungkapkan kekecewaannya karena ada pihak yang tidak jujur dengan kronologi kematian suaminya. Menurut Widyawati, ada yang menabrak suaminya saat kecelakaan di Ngawi 17 Mei silam itu.

(eny/eny)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads