Kusala Sastra Khatulistiwa 2020 Umumkan 10 Nominator Daftar Panjangnya

Tia Agnes - detikHot
Minggu, 06 Sep 2020 11:00 WIB
Kusala Sastra Khatulistiwa 2016
Foto: Istimewa/ Kusala Sastra Khatulistiwa
Jakarta -

Ajang tahunan penghargaan sastra bergengsi di Indonesia, Kusala Sastra Khatulistiwa 2020 kembali mengumumkan daftar panjang nominator atau disebut longlist. Ada siapa saja para penulis dan karya yang lolos seleksi?

Dikutip dari media sosial Richard Oh sebagai penyelenggara Kusala Sastra Khatulistiwa, ada 10 nama dari masing-masing kategori prosa dan puisi yang diumumkan.

Richard Oh merupakan salah satu pendiri Kusala Sastra Khatulistiwa yang memberikan apresiasi kepada sastrawan dan para penulis yang karyanya rilis selama setahun belakangan.

Di kategori prosa, ada Arafat Nur lewat prosa berjudul Kawi Matin di Negeri Anjing (Maret 2020), Ben Sohib dengan karya Kisah-kisah Perdagangan yang Gemilang (Februari 2020), sastrawan Felix K Nesi lewat Orang-orang Oetimu (Juli 2019), Kedung Darma Romansha lolos seleksi di karya Rab(b)i (Juli 2020), dan Maywin Dwi-Asmara di karya Surat-surat Lenin Endrou (Juli 20219).

Selanjutnya ada penulis Niduparas Erlang di karya Burung Kayu (Juni 2020), Nunuk Y Kusmiana lewat karya berjudul La Muli (Maret 2020), Nurul Hanafi di Makan Siang Okta, Sebuah Cerita Tiga Bagian (September 2019), Semar Gantang di Leak Tegal Sirah (November 2019), dan Yetti A.KA di novel berjudul Ketua Klub Gosip dan Anggota Kongsi Kematian (April 2020).

Di kategori puisi ada 10 penyair lainnya yang lolos seleksi dengan berbagai karya yang terbit pada Juni 2019 sampai Juli 2020.

Di posisi pertama ada penyair Beni Satryo di karya Antarkota Antarpuisi, Binhad Nurrohmat di buku puisi Nisan Annemarie, Deddy Arsya di Khotbah Si Bisu, Esha Tegar Putra di buku puisi Setelah Gelanggang Itu sampai Gaudiffridus Sone Usna'at lewat Mama Menganyam Noken.

Posisi berikutnya ditempati penyair Inggit Putria Marga lewat Empedu Tanah, Mutia Sukma di Cinta dan Ingatan, Ratri Ninditya Rusunothing, Seno Joko Suyono di karya buku puisi berjudul Di Teater Dionysos, dan Triyanto Triwikromo di Nabi Baru.

Kusala Sastra Khatulistiwa sebelumnya bernama Khatulistiwa Literary Award. Kusala Sastra Khatulistiwa didirikan oleh Richard Oh dan Takeshi Ichiki sejak tahun 2001 serta menjadi salah satu penghargaan kesusastraan bergengsi yang paling ditunggu penulis dan sastrawan Tanah Air.



Simak Video "Usaha Richard Oh Tangkap Jiwa Pramoedya Ananta Toer dalam 'Perburuan'"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)