Hore! Novel The Perfect World of Miwako Sumida Sapa Pembaca Indonesia

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 24 Jun 2020 10:08 WIB
Novelis Clarissa Goenawan
Foto: Olivia/ Pribadi
Jakarta -

Novel terbaru Clarissa Goenawan The Perfect World of Miwako Sumida segera menyapa pembaca Tanah Air. Karya keduanya kembali mendapat pujian pembaca internasional.

Penerbit Gramedia Pustaka Utama membocorkan sampul terbaru yang didesain oleh duo ilustrator Sukutangan di akun Instagram.

"COVER TERUNGKAP. Permisi, saya menampilkan edisi bahasa Indonesia yang mengagumkan dari The Perfect World of Miwako Sumida, didesain oleh tangan berbakat @sukutangan," tulis @clarissagoenawan seperti dilihat detikcom, Rabu (24/6/2020).

Sistem pre-order novelnya bakal berlangsung dalam waktu dekat. Dalam novel bernuansa soft, tampak seorang perempuan yang digambar oleh Sukutangan menjadi fokus dalam sampul.



The Perfect World of Miwako Sumida menceritakan tentang latar Jepang yang magis secara budaya dan pemandangan alamnya.

"Sesungguhnya yang menarik perhatian saya adalah gagasan bahwa seringkali kita merasa benar-benar mengenal seseorang, padahal nyatanya tidak demikian," tutur Clarissa ketika dihubungi detikcom, belum lama ini.

[Gambas:Instagram]





"Bagaimana jika orang itu tidak lagi bersama kita? Seberapa jauh kita berusaha mencari kebenaran? Bagaimana kalau ternyata kenyataannya lebih menyakitkan daripada kepalsuan yang kita percayai selama ini?," sambungnya.

Dari isu tersebut, Clarissa membuat latar, karakter, dan semesta kehidupan orang-orang Jepang dalam novelnya. Ketika menggarap novel keduanya, Clarissa butuh waktu selama 5 tahun lamanya.



Di novel 'The Perfect World of Miwako Sumida', Clarissa menggunakan banyak sudut pandang. Sejak awal, ia tidak memikirkan hal tersebut namun penulis kelahiran Surabaya itu menyerahkan semuanya kepada proses.

Clarissa Goenawan memulai karier kepenulisannya dari anugerah Bath Novel Award 2015 untuk karya debutnya 'Rainbirds'. Novel itu mengalahkan 800 novel lainnya dari 41 negara.

Di tahun yang sama, karyanya pun masuk daftar pendek Britain Prize, The Dundee International Book Prize, dan The First Novel Prize 2016 di Inggris. Novel Clarissa pun dipuji sukses membuai sebagai karya tentang Jepang menceritakan karakter orang Jepang tapi ditulis oleh non-Jepang.



Simak Video "Ashanty Berharap Kasus Narkoba Bisa Jadi Pembelajaran untuk Millen"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)