Cara Meracik Narasi dengan Riset ala Ratih Kumala

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 17 Jun 2020 10:32 WIB
Ratih Kumala
Foto: Ratih Kumala (Agnes/detikHOT)
Jakarta -

Ratih Kumala punya saran jitu bagi penulis muda agar lihai meracik narasi dengan data-data dalam riset yang bejibun. Apa itu?

Saat Live IG bersama penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU), penulis Larutan Senja itu menuturkan data-data riset yang banyak kerap disebut dengan istilah 'info dumb'.

"Data-data itu harus diracik menjadi cerita, jangan sampai hanya punya banyak info dumb saja. Ketika terjadi, pembaca yang membaca akan melewatinya," tutur Ratih saat berbincang seperti dilihat detikcom, Rabu (17/6/2020).



Seharusnya, riset yang didapatkan seorang penulis menjadi pengetahuan ketika menulis. Ratih mengatakan ia terbiasa menuliskan hasil riset yang selesai terlebih dahulu di bab tertentu.

Nantinya jika ada satu riset yang belum selesai di bab lainnya ia akan melewatinya. Tapi hal terpenting lainnya bagi seorang penulis adalah jam terbang.

"Ada banyak karakter yang ditulis, dan kita bisa menitipkan pendapat ke karakter. Bisa lewat dialog atau bisa dititipkan ke karakternya. Tergantung kecakapan menulis," lanjutnya.



"Data yang didapatkan mendukung keseluruhan cerita. Kita juga harus kasih jarak, menarik atau tidak. Jangan terlalu sayang dengan tulisan," tandas novelis Gadis Kretek.

Ratih Kumala yang mengenyam pendidikan di Fakultas Sastra Inggris Universitas Sebelas Maret Surakarta itu dikenal sebagai sastrawan Indonesia. Perdana menerbitkan kumcer Tabula Rasa (2004), Larutan Senja (2006), Kronik Betawi (2009), Gadis Kretek (2012), kumcer Bastian dan Jamur Ajaib (2015) hingga Wesel Pos (2018).



Simak Video "Bastian Steel Jawab Soal Pertengkarannya dengan Iqbaal Ramadhan"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)