Kronologi Kebohongan Berantai Penulis Prancis soal Pembunuhan Imajiner Istrinya

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 14 Mei 2020 16:32 WIB
Novelis Prancis Stéphane Bourgoin
Foto: Istimewa
Jakarta -

Nama penulis asal Prancis, Stéphane Bourgoin, tiba-tiba saja menjadi perbincangan di tengah pandemi COVID-19. Ia terbukti melakukan kebohongan berantai yang pernah diucapkannya.

Salah satu kebohongan yang dilontarkannya mengenai pembunuhan imajiner istrinya. Selama ini, ketika diwawancarai media ia selalu mengatakan istrinya dibunuh oleh seorang pembunuh berdarah dingin pada 1976.

Ternyata dalam hidup Bourgoin, ia sama sekali tidak menikah dan punya seorang istri. Ia akhirnya mengakui di tahun 1975 pernah bertemu seorang perempuan bernama Susan Bickrest di sebuah bar di Florida.



Kenyataannya, di tahun yang sama perempuan yang berusia 24 tahun tersebut dibunuh oleh pembunuh berantai, Gerald Stano. Pembunuh itu memang mengaku membunuh 41 perempuan dan dieksekusi di tahun 1998.

Bourgoin yang sukses menerbitkan lebih dari 40 novel tentang pembunuhan itu akhirnya mengaku kebohongan tersebut.

"Itu omong kosong yang saya ucapkan," tuturnya dilansir dari surat kabar Le Parisien, Kamis (14/5/2020).



"Saya tidak ingin orang tahu identitas asli perempuan yang bukan pasangan saya, tapi seseorang yang saya temui 5 atau 6 kali di Daytona Beach atau tentang orang yang saya sukai," sambungnya.

Bourgoin pun meminta maaf pada publik karena mengucapkan berbagai kebohongan. Kasus ini mencuat pada Januari lalu saat akun anonim membeberkan segala kebohongan yang pernah dilontarkan sang novelis.



Simak Video "Cerita JK Rowling Latih Pernapasan untuk Hilangkan Gejala COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/nu2)