Kini penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) mengumumkan bakal merilis lagi novel trilogi 'House of Earth' karya sang penulis. Novel itu pula yang mengantarkannya meraih dua penghargaan bergengsi yakni Pulitzer di tahun 1932 dan Nobel Sastra pada 1938.
"Bumi yang Subur bercerita tentang drama keluarga di suatu desa di China, novel ini juga menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat pedesaan China yang bergantung sepenuhnya pada tanah yang ditinggalinya. #bukugpu #PearlSBuck #TrilogiHouseofEarth," tulis GPU seperti dikutip detikHOT, Kamis (21/3/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novel 'Bumi yang Subur' merupakan karya pertamanya. Buku kedua berjudul 'Wang si Macan', dan 'Runtuhnya Dinasti Wang'.
"Kini ketiganya bisa dimiliki lengkap, GPU telah menerbitkan kembali edisi bahasa Indonesianya. Novel klasik yang wajib dibaca dan dimiliki. #bukugpu #PearlSBuck #TrilogiHouseofEarth," tulis GPU lagi.
Dia merupakan perempuan Amerika pertama yang dianugerahi Hadiah Nobel Sastra di tahun 1938. Bersamaan dengan karier menulisnya, ia memulai Yayasan Pearl S. Buck, sebuah organisasi kemanusiaan. Dia meninggal pada tanggal 6 Maret 1973, di Danby, Vermont.
(tia/nkn)
