Sensor Vulgar di Komik Batman Dianggap DC Sebagai Kesalahan Produksi

Sensor Vulgar di Komik Batman Dianggap DC Sebagai Kesalahan Produksi

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 10 Okt 2018 11:03 WIB
Sensor Vulgar di Komik Batman Dianggap DC Sebagai Kesalahan Produksi
Sensor Vulgar di Komik Batman Dianggap DC Sebagai Kesalahan Produksi Foto: DC Comics
Jakarta - Akhir September lalu, pembaca komik DC dikejutkan dengan sensor terhadap gambar vulgar yang ada di komik Batman. DC pun kini buka suara dengan menyatakan sebagai kesalahan produksi.

Di ajang New York Comic Con, penerbit DC kembali ditanyai mengenai permasalahan tersebut. Jim Lee dari DC Comics menjelaskannya kepada para pembaca DC.

"Ada beberapa kesalahan produksi yang menyebabkan buku itu diterbitkan seperti itu. Yang akhirnya menjadi cerita besar," ujarnya dilansir dari Screenrant seperti dikutip detikHOT, Rabu (10/10).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi untungnya orang-orang sangat senang dengan cerita dan konten, gambar yang indah, dan kisah yang Brian serta Lee garap bergema di hadapan pembaca," lanjutnya lagi.



Lewat Black Label yang menaungi komik-komik terbitan untuk pembaca dewasa, Jim Lee berharap kasus serupa tak akan terjadi lagi. Bahkan pihak DC Comics berjanji tak akan mengulangi kesalahan yang sama.

"Kami berharap Black Label akan terus maju, karena saya pikir kami tidak ingin selalu mengulangi apa yang terjadi dengan masalah pertama," tutur Jim Lee.

Sebelumnya DC Comics merilis komik 'Batman: Damned #1' di bawah label komik dewasa. Cabang dari penerbitan DC, Black Label, diharapkan menjadikan jejak baru dengan konten yang lebih dewasa.

Untuk edisi pertama yakni komik 'Batman' namun sayangnya ada dua panel komik yang menggambarkan Batman atau Bruce Wayne tanpa sehelai benang apapun. Gambar yang dianggap terlalu vulgar dihapus di versi digital saja. Meski begitu, kasusnya sempat heboh di kalangan pecinta komik DC dan karakter Batman.

(tia/doc)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads