Happy Hour Indonesia Pukau Pengunjung Bologna Children's Book Fair 2018

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 29 Mar 2018 10:32 WIB
Bologna Book Fair 2018
Jakarta -

Indonesia kembali hadir di ajang Bologna Book Fair 2018. Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara Happy Hour atau Indonesia Receptions selalu menarik perhatian pengunjung yang datang hampir 150 orang.

Acara Happy Hour adalah salah satu tradisi yang kerap dilakukan selain sebagai melting pot antara penerbit Indonesia dan negara-negara lain. Serta sebagai upaya untuk promosi budaya dan karya Indonesia.

Ketua Komite Buku Nasional Laura Bangun Prinsloo dalam sambutannya di acara Happy Hour ini menyampaikan beberapa program yang dimiliki oleh Komite Buku Nasional seperti Program Bantuan Dana Penerjemahan LitRI.

"Kami memiliki program dana bantuan penerjemahan buku bagi para penerbit internasional yang membeli rights buku-buku Indonesia. Oleh karena itu, kami mengundang para penerbit untuk bisa memanfaatkan kesempatan baik ini," ujarnya saat Happy Hour Paviliun Indonesia di Hall 22 Bologna Fierre dalam keterangan pers yang diterima detikHOT.

<i>Happy Hour</i> Indonesia Pukau Pengunjung Bologna Children's Book Fair 2018Foto: Bologna Book Fair


Dalam happy hour ini ditampilkan sesi pembacaan dongeng Nabang and The Legend of The Smong oleh Ary Nilandari serta pertunjukan ilustrasi oleh Dewi Tri Kusumah dan Lyly Young. Duta besar Indonesia untuk Italia, Esti Andayani yang juga hadir dan memberikan sambutannya dalam acara ini menyampaikan bahwa kehadiran Indonesia untuk keempat kalinya di Bologna Children's Book Fair merupakan sebuah prestasi.

"Setiap tahun kehadiran Indonesia di Bologna Book Fair selalu meningkat. Bagi saya ini sangat luar biasa karena terkait dengan buku anak yang merupakan sebuah peluang karena tidak saja bisa mendidik anak-anak kita tapi juga kita bisa berkontribusi mendidik anak-anak di seluruh dunia," pungkasnya.

Ratusan judul buku yang dibawa kali ini mayoritas adalah buku-buku anak dan remaja dari berbagai kategori. Seperti dongeng, cerita rakyat, seni tradisi, fantasi, buku anak-anak religi, serta buku pengajaran bahasa dan pengembangan karakter.

Kehadiran Indonesia di pameran buku anak terbesar di dunia merupakan langkah penting untuk terus mempromosikan buku Indonesia menuju Market Focus London Book Fair 2019 dan pasca menjadi tamu kehormatan di Frankfurt Book Fair 2015. Secara umum, buku-buku cerita rakyat dan cerita anak Muslim adalah tema yang biasanya paling digemari penerbit asing.

(tia/doc)