DetikHot

book

Mengenang Pramoedya Ananta Toer, Si Sastrawan Realisme Sosialis

Selasa, 06 Feb 2018 20:19 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Mengenang Pramoedya Ananta Toer, Si Sastrawan Realisme Sosialis Foto: Google Doodle
Jakarta - Hari ini tepat 6 Februari, sastrawan kenamaan Indonesia Pramoedya Ananta Toer lahir pada 1925 silam. Hampir satu dekade, karya-karyanya masih dikenang, dibaca oleh pecinta sastra termasuk menjadi bahan ajar mata kuliah di perguruan tinggi.

Pramoedya Ananta Toer atau akrab disapa Pram dikenal aktif di Lembaga Kebudayaan (Lekra). Dia kerap dicap sebagai sastrawan 'kiri' namun juga dianggap sebagai bapak realisme sosialis.

Lebih dari 50 karya sastra berhasil ditelurkan Pram dan diterjemahkan ke dalam 41 bahasa di seluruh dunia. Sebagian karyanya booming dan dibaca publik umum.

Berikut tiga karya besar Pram yang patut dibaca generasi milenial:

1. Bumi Manusia
Novel ini merupakan seri pertama dari tetralogi Pulau Buru. Lewat tokoh bernama Minke, Pram menuliskan tentang ketidakadilan, patriarki dalam budaya Jawa, dan lain-lain. Cerita di dalam Bumi Manusia pun telah diadaptasi ke panggung teater oleh Happy Salma dan mendapatkan sambutan yang luar biasa.


2. Arus Balik
Arus Balik yang berlatarkan sejarah menjadi salah satu karya Pram yang digandrungi. Setebal 760 halaman, novel Pram itu menceritakan kejayaan nusantara di zamannya. Bagi pecinta sastra dan sejarah, novel ini menjadi salah satu bacaan wajib.

3. Gadis Pantai
Berkali-kali menulis soal ketidakadilan, Pram tetap menyuarakan persoalan kaum kecil dan tertindas. Sama halnya dalam novel Gadis Pantai, Pram ingin membongkar tradisi feodalisme yang ada dalam budaya Jawa.
(tia/kmb)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed