DetikHot

book

Stefano Romano Berbagi Cerita tentang Buku Fotografi 'Kampungku Indonesia'

Kamis, 04 Jan 2018 17:27 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Stefano Romano Berbagi Cerita tentang Buku Fotografi Kampungku Indonesia Foto: Tia Agnes / detikHOT
Jakarta - Melanglang buana ke kampung-kampung yang ada di Ibu Kota dan Pulau Jawa membuat Stefano Romano menulis sebuah buku fotografi berjudul 'Kampungku Indonesia'. Sebelum balik ke Roma akhir pekan ini, pria yang akrab disapa Kang Stef itu berbagi cerita tentang bukunya pada pembacanya hari ini.

Sejak tahun 2010, Stefano blusukan-blusukan ke kampung untuk memotret realitas yang ada di Indonesia. Jepretan humanis yang dihasilkannya bukan tanpa sebab.

"Saya selalu memotret apa yang saya suka. Saya suka melihat foto lanskap tapi tidak suka mengambil fotonya. Kalau humanity jelas saya suka cerita. Satu foto menceritakan banyak kisah di belakangnya," ujar Stefano di sesi talkshow 'Humanity and Photography' yang digelar Penerbit Mizan di Millenia Book Store, Jalan Cirendeu Raya Nomor 20, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (4/1/2018).

Menurut pria kelahiran Roma pada 1974 silam, memotret beragam peristiwa yang ada di kampung merupakan jiwa Indonesia. Kehidupan yang ada di kampung juga adalah kehidupan yang sebenarnya dari Indonesia.

Stefano Romano Berbagi Cerita tentang Buku Fotografi 'Kampungku Indonesia'Stefano Romano. Foto: Hasan Alhabshy/detikcom


"Hampir 10 tahun saya memilih fotografi dan genre fotografi potrait dan humanity. Saya merasa sudah sangat dekat dengan orang Indonesia khususnya orang kampung. Kalau saya potret dan mereka tidak mau, menolaknya dengan ramah dan pakai senyuman," ujar Stefano bercerita.

Dia pun tidak marah kalau ada yang memanggilnya sebagai orang kampung. "Itu nggak masalah. Jiwa Indonesia itu bukan di bangunan tingkat berkantor atau rusun-rusun. Jiwa Indonesia ya di kampung."

Saat sesi talkshow, dia menjelaskan 12 foto kepada para pembacanya. Ke-12 hasil jepretan itu sebagian besar dipotretnya di Jakarta. Contohnya saat dia akan naik commuter line ketika berada di Stasiun Lenteng Agung.

"Pas baru masuk, saya lihat kok ada bapak yang lagi gendong anaknya. Jujur saya jarang melihat bapak dan anak, seringnya ibu-anak atau tentang anak-anak. Bentar-bentar dia cium anaknya, lalu tertawa. Lucu sekali, langsung saya potret," kenangnya.

Berbeda lagi dengan jepretan seorang anak perempuan berkerudung yang memakai seragam sekolah. Cerita Stefano anak tersebut tuna wicara dan lebih pendiam ketimbang anak lainnya di dalam kelas.

"Yang lainnya kan heboh ketemu bule dan senang dipotret. Ini kok diam saja, saya dekati, dia masih diam. Dekati lagi lalu kami menggambar bareng, kami berebut pensil warna. Baru saya berhasil memotretnya," tutup Stefano.

Buku fotografi 'Kampungku Indonesia' tersedia di toko buku dengan harga Rp 199 ribu.


(tia/srs)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed